Kamis, 27 Februari 2014

Jika Hatimu Lelah...


“Suddenly I feel tired, very tired...
Everything makes me tired, over and over....
And now, I’m bored with my dream......”

Kuawali pagiku hari ini dengan rasa yang tak jelas juntrungannya. Sedih.....tapi sedih kenapa???? Apa yang membuat sedih???? Tak ada satu pun nikmat NYA yang diambil dari raga lemahku ini. Pagiku kali ini pun sebenarnya sungguh sangat indah. Mentari hangat bersinar, tak ada malu sedikit pun. Keindahan sinarnya bahkan sampai menoreh semburat jingga di ufuk timur sana. Sungguh, sebuah keindahan suasana pagi lereng Ciremai yang tak layak diragukan lagi. Namun ironisnya, keindahan ini tak mampu melebur suasana batinku yang sedang jengah tanpa arah.....

Samar kudengar riang kicau burung di pokok pohon samping rumahku, kutarik nafas dalam-dalam, ku pejam mata rapat-rapat......Ah......hembusan nafas ini terasa berat.....
Sungguh aku lelah........

Rabu, 08 Januari 2014

Just for Ex Ekasos SMANSA....


Sabtu 28 Desember 2013 adalah saat yang Allah berikan pada kami, aku dan sebagian teman-teman ex Ekasos Smansa untuk kembali bermuwajahah, mengeratkan silaturahim diantara kami setelah hampir 25 tahun berpisah. Khusus buatku, ini adalah kali pertama kembali bertemu mereka. Maklum aku memang belum berkesempatan menghadari reuni.

Kuayun langkah menuju salah satu saung di “WTS” alias “Warung Tengah Sawah” milik salah satu alumni ekasos. Dada bergemeruh dipenuhi rasa rindu pada mereka, teman-teman SMA ku. Kuucap salam sambil menebar senyum berkeliling pada semua yang ada disitu. Waduh....siapa saja ya mereka. Beberapa sempat aku kenali. Ada Lulu, Aflaha, Renez, Lusi, Himam, Heri, Tri Mulyanto, Slamet Rohman, terus siapa yang lain ya..... Kuputar memoriku ke masa lebih dari 20 tahun yang lalu, masya Allah.....ternyata memori jangka panjangku sudah overload. Mungkin karena banyak terisi dengan kejadian-kejadian 20 tahun sesudahnya, aku pun gagal me-recall ingatanku. Klo gak bisa di recall juga, di instal ulang ajja deh, hahahaha......Untuk tidak membuat kecewa teman-teman yang tak lagi kukenali, aku pun mendekati Renez dan Lusi untuk bertanya, siapa kah teman-teman yang tidak lagi kukenali. Dan hasilnya, Alhamdulillah, aku sempat mengenali Fuji, Dedy & Lies Heliani (pasutri ex Ekasos pemilik WTS tempat kami ngumpul-ngumpul), Yahya & istrinya, pak dr.Haris (suami lulu) trus siapa lagi ya.....ah, faktor “U” rupanya, jadi banyak lupanya......^_^

Kamis, 05 Desember 2013

Boegenville Merah Jambu


Siang itu kupacu kendaraanku. Seperti tak ingin terlalu lama terdedah panas mentari, Supra fit biruku yang sudah berumur ini ku gas poolll....”tak apalah ngebut, yang penting tetap hati-hati”, batinku lirih. Langit kota ini memang seperti tak berlapisan ozon lagi. Panas menyengat, pedih rasanya di kulit. Meski aku sudah membungkus rapat wajah dengan masker, dan kedua tanganku dengan sarung tangan, panas menyengat ini tetap saja terasa. Segera ku parkir motorku di bawah pohon beringin besar, begitu aku memasuki halaman masjid Attaqwa.

Mantap langkahku menuju serambi masjid. Aku tak hendak masuk ke bagian dalam masjid, nanti saja saat sholat ashar. Ah.....lama sekali aku tak mengunjungi masjid ini. Padahal dulu, masjid ini adalah tempat favoritku. Saat itu, aku selalu merasakan ketenangan ketika berada di rumah Allah ini, bisa ngadem, bisa nangis sepuasnya sama Allah disela-sela sujudku, saat begitu banyak hal membuatku sedih, atau hanya sekedar duduk-duduk di teras masjid sambil ketak ketik di laptopku menunggu datangnya waktu sholat. Kini, seakan ingin kembali mengulang ketenangan yang dulu kurasa, aku duduk bersandar ke dinding bagian kanan serambi masjid. Lelah....letih....itulah yang kurasa saat ini. Berbagai hal yang terjadi dalam hidupku beberapa bulan terakhir, membuatku merasakan kepenatan yang luar biasa lahir dan batin. Aku tahu, aku paham, segala ketetapan Allah yang tergaris dalam hidupku ini adalah hal yang terbaik yang pantas aku dapatkan. Namun sifat manusiaku, membuatku seringkali tak mampu mengolah hati, merasa diri paling susah, merasa jadi orang yang paling banyak diuji sama Allah, dan sederet perasaan negatif lainnya, yang cenderung menggiringku pada sebuah kata “KECEWA”. Astaghfirullah......Aku memang lebih banyak memikirkan mimpi-mimpiku yang belum dikabulkan sama Allah, ketimbang mensyukuri berbagai kenikmatan yang telah Allah berikan padaku. Dan itulah yang membuatku kian lelah menjalani hari-hariku. Kupejam kedua mataku serapat mungkin...Aku tak ingin ada bulir bening jatuh membasahi pipiku. Aku tak ingin menjadi perempuan cengeng.....aku tak mau orang-orang di luar sana tahu gundahnya hatiku. Ah....kucoba untuk menekan perasaanku sekuat tenaga, sambil menghela napas panjang........

Jumat, 22 November 2013

PENDIDIKAN & PEMBELAJARAN

A. Pendidikan dan Pembelajaran

 Dalam dunia pendidikan kita selalu berjumpa dengan istilah pendidikan dan pembelajaran. Dalam UU SISDIKNAS No. 2 Tahun 1989 pada pasal 1 dinyatakan bahwa pendidikan adalah usaha untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pembelajaran dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Disini jelas bahwa pembelajaran merupakan salah satu bagian dari pendidikan. Itulah sebabnya dikatakan bahwa istilah pembelajaran dapat dibedakan dari pendidikan tetapi sulit untuk dipisahkan secara tegas.

Menurut Kemp (1985), pembelajaran merupakan bagian dari pendidikan. Pendidikan adalah proses membimbing manusia dari kegelapan dan kebodohan ke kecerahan pengetahuan. Sesungguhnya perbedaan pendidikan dan pembelajaran terletak pada penekanan yang ingin dicapai oleh pendidikan atau pembelajaran tersebut. Jika yang dipersoalkan atau dijadikan tekanan adalah aspek kognitif dan psikomotor maka disebut pembelajaran, sedangkan bila penekanannya kepada tercapainya tujuan untuk membentuk sikap disebut pendidikan. Tirtarahardja (dalam Djoehana: 8) memberi gambaran tentang perbedan pembelajaran dan pendidikan seperti pada table berikut:

Pendidikan
Pembelajaran
  • Lebih menekankan pada pembetukan manusianya (penanaman sikap dan nilai-nilai)
  • Memakan waktu yang relatif panjang
  • Metodenya lebih bersifat psikologis dan pendekatan manusiawi
  • Lebih menekankan pada penguasaan wawasan dan pengetahuan tentang bidang tertentu
  • Memakan waktu yang relatif pendek
  • Metode lebih bersifat rasional, teknis, dan praktis

Kamis, 21 November 2013

TUJUAN, BATASAN, DAN KEMUNGKINAN PENDIDIKAN

A. Tujuan Pendidikan
Manusia adalah makhluk yang terus berkembang, baik secara jasmani maupun rohani. Perkembangan ini bukan sekedar proses alamiah, namun membutuhkan bimbingan dalam bentuk sebuah pendidikan. Menurut Langeveld pendidikan merupakan proses pendewasaan seseorang, baik pada jasmani maupun rohani (mental, moral, sosial, dan emosional). Hal ini berarti bahwa pendidikan harus ada dalam setiap proses kehidupan. Selama manusia berusaha untuk meningkatkan kehidupannya, baik dalam bentuk peningkatan dan pengembangan pengetahuan, kepribadian, maupun keterampilannya, secara sadar atau tidak sadar, maka selama itulah pendidikan masih berjalan terus. 

Tujuan merupakan faktor utama yang hendak dituju. Dari uraian di atas, bisa disimpulkan bahwa tujuan dari pendidikan itu adalah “kedewasaan”. Seseorang dikatakan telah mencapai “kedewasaan” apabila ia telah mampu bertindak dan bertingkahlaku sesuai dengan kaidah agama serta norma yang berlaku di masyarakat. Tujuan pendidikan dalam arti sempit adalah bimbingan yang diberikan orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya. Maknanya, tujuan pendidikan adalah rumusan tentang apa yang harus dicapai oleh anak didik, dan tujuan ini merupakan arah bagi seluruh kegiatan pendidikan. Sedangkan tujuan pendidikan dalam arti luas adalah usaha manusia untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya sepanjang hayat.

Berdasarkan ruang lingkup (luas dan sempitnya) tujuan yang ingin dicapai, Langeveld mengemukakan bahwa jenis-jenis tujuan pendidikan adalah:

Senin, 11 November 2013

TES SEBAGAI ALAT EVALUASI

Salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam rangkaian proses  pembelajaran adalah melakukan evaluasi guna mengetahui perkembangan hasil belajar siswa dan ketercapaian/taraf serap materi pelajaran. Guru harus tahu sejauh mana pembelajar (learner) telah memahami bahan yang diajarkan atau sejauh mana tujuan/kompetensi dari kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dapat dicapai. Tingkat pencapaian kompetensi atau tujuan instruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan itu dapat dinyatakan dengan nilai.

Untuk keperluan evaluasi diperlukan alat evaluasi. Banyak ragam alat evaluasi diantaranya kuesioner, tes, skala, observasi, dan lain-lain. Dari sekian banyak alat evaluasi, secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni alat tes dan non tes. Khusus untuk evaluasi hasil pembelajaran alat evaluasi yang paling banyak digunakan adalah tes.

Pada dasarnya tes merupakan alat ukur yang berbentuk pertanyaan atau latihan, digunakan untuk mengukur kemampuan yang ada pada seseorang atau sekelompok orang. Sebagai alat ukur dalam bentuk pertanyaan, maka tes harus dapat memberikan informasi mengenai pengetahuan dan kemampuan obyek yang diukur. Sedangkan sebagai alat ukur berupa latihan, maka tes harus dapat mengungkap keterampilan dan bakat seseorang atau sekelompok orang. Tes merupakan alat ukur yang standar dan obyektif sehingga dapat digunakan secara luas untuk mengukur dan membandingkan keadaan peserta didik. Dengan demikian sudah dapat dipastikan bahwa tes akan mampu memberikan informasi yang tepat dan obyektif tentang obyek yang hendak diukur, sekaligus dapat membandingkan antara seseorang dengan orang lain. Sebuah test dapat dikatakan baik sebagai alat pengukur apabila memiliki kriteria:

  1. Validitas
  2. Reliabilitas
  3. Objektivitas
  4. Praktikabilitas
  5. Ekonomis

Selasa, 22 Oktober 2013

TUGAS 1 EVALUASI PENDIDIKAN


Mata Kuliah    : Evaluasi Pendidikan
Semester         : lima
Tugas ke          : satu (tugas individu)
Tujuan tugas   : Menjelaskan konsep dasar, asas, dan jenis evaluasi

Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mempunyai tujuan. tujuan tersebut dinyatakan dalam rumusan kemampuan atau perilaku yang diharapkan dimiliki siswa setelah menyelesaikan kegiatan belajar. Untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan pengajaran serta kualitas proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan, perlu dilakukan suatu usaha penilaian atau evaluasi terhadap hasil belajar siswa. Sebagai seorang guru, kita harus memahami dengan baik berbagai konsep dalam evaluasi hasil belajar, sehingga kita mampu mengukur hasil belajar siswa dengan cara yang tepat. 

PETUNJUK PELAKSANAAN:
  1. Kumpulkan definisi pengukuran, penilaian, dan evaluasi dari berbagai ahli (minimal 7 pendapat untuk setiap konsep tersebut)
  2. Sintesiskan definisi tersebut dengan bahasa anda sendiri secara sederhana dan opersional.
  3. Jelaskan keterkaitan ketiga konsep tersebut.
  4. Jelaskan perbedaan ketiga konsep tersebut.
  5. Jelaskan mengapa kita perlu melakukan evaluasi pembelajaran.
  6. Jelaskan asas-asas evaluasi pembelajaran
  7. Jelaskan jenis-jenis evaluasi pembelajaran baik berdasarkan fungsi mau pun alatnya secara lengkap.
Seluruh materi bahasan dari point 1-7 disusun dalam sebuah paper dengan sistematika penulisan sbb:
  • Bab I Pendahuluan (meliputi latar belakang masalah, perumusan masalah, dan tujuan penulisan)
  • Bab II Pembahasan
  • Bab III Kesimpulan
  • Daftar Pustaka
Paper diketik dengan font Times New Roman 12/Arial 14 dengan spasi 1.5 pada kertas ukuran kuarto. Hasil analisis tidak boleh lebih dari 15 halaman. Dijilid rapi dan dikumpulkan pada hari Senin, 28 Oktober 2013, dengan toleransi keterlambatan 3 hari (tugas yang terlambat dikumpulkan via email ke endangsribudiherawati@gmail.com)

Siapkan Slide PPT tayangan dari makalah yang anda buat maksimal 20 slide. Slide dibuat semenarik mungkin sehingga dapat menggambarkan keseluruhan konsep yang anda paparkan

Kriteria Penilaian:
1. Analisis konsep
2. Komunikasi
3. Karakter yang diharapkan: Jujur dan tangguh

 RUBRIK PENILAIAN : Analisis  Konsep
Dimensi
Sangat Baik
(> 81)
Baik
(61 – 80)
Cukup
(41 – 60)
Kurang
(21 – 20)
Sangat Kurang
(< 20)
Kelengkapan konsep
Pemaparan konsep lengkap dan integratif sesuai batasan pengerjaan tugas yang diminta
Pemaparan konsep lengkap  namun tidak terintegrasi
Masih kurang 2 aspek yang belum terungkap
Hanya menunjukkan sebagian konsep saja
Tidak ada konsep
Kebenaran konsep
Diungkapkan dengan tepat, aspek penting tidak dilewatkan, bahkan analisis dan sintetis nya membantu memahami konsep
Diungkap dengan tepat, namun deskriptif
Sebagian besar konsep sudah terungkap, namun masih ada yang terlewatkan
Kurang dapat mengungkapkan aspek penting, melebihi halaman, tidak ada proses merangkum hanya mencontoh
Tidak ada konsep yang disajikan

RUBRIK PEILAIAN : Komunikasi
Dimensi
Sangat Baik
(> 81)
Baik
(61 – 80)
Cukup
(41 – 60)
Kurang
(21 – 20)
Sangat Kurang
(< 20)
BAHASA PAPER
Bahasa yang digunakan komunikatif dan memotivasi orang untuk mempelajari konsep lebih dalam
Bahasa yang digunakan hanya bersifat informatif saja bagi pembacanya, tidak menggugah pembaca untuk mempelajari konsep lebih dalam

Bahasa yang digunakan deskriptif, tidak terlalu menambah pengetahuan
Informasi dan data yang disampaikan tidak menarik dan membingungkan
Tidak ada hasil
KERAPIAN PAPER
Paper dibuat dengan sangat menarik untuk dibaca
Paper cukup menarik, namun tidak memancing untuk dibaca
Dijilid biasa
Dijilid namun kurang rapi
Tidak ada hasil
ISI
Memberi inspirasi pendengar untuk mencari lebih dalam
Menambah wawasan
Pembaca masih harus menambah lagi informasi dari beberapa sumber
Informasi yang disampaikan tidak menambah wawasan bagi pendengarnya
Informasi yang disampaikan menyesatkan atau salah
ORGANISASI PENULISAN
Sangat runut dan integratif sehingga pendengar dapat mengkompilasi isi dengan baik
Cukup runut dan memberi data pendukung fakta yang disampaikan
Tidak didukung data, namun menyampaikan informasi yang benar
Informasi yang disampaikan tidak ada dasarnya
Tidak mau presentasi
GAYA PRESENTASI
Menggugah semangat pendengar
Membuat pendengar paham, hanya sesekali saja memandang catatan
Lebih banyak membaca catatan
Selalu membaca catatan (tergantung pada catatan)
Tidak berbunyi

                     
RUBRIK PENILAIAN : Karakter yang diharapkan
Dimensi
Sangat Baik
(> 81)
Sangat Kurang
(< 20)
Jujur
·       Paper yang dibuat adalah hasil karya sendiri, bukan merupakan plagiasi.
·       Mencantumkan sumber dengan jelas, jika melakukan pengutipan
·       Paper yang dibuat merupakan hasil plagiasi
·       Sumber yang dicantumkan tidak lengkap
Tangguh
·      Pengumpulan paper tepat waktu (menunjukkan ketangguhan mahasiswa untuk menyelesaikan tugas)
·       Pengumpulan tugas tidak tepat waktu



)*Selamat Mengerjakan